TEORI
ORGANISASI UMUM 2
TEAMWORK
DISUSUN OLEH :
NAMA : HUSNUL CHOTIMAH
NPM : 13115180
KELAS : 2KA16
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN AJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami
panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan izin dan kekuatan kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Team
Work” tepat pada waktunya. Tugas ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Perilaku Organisasi.
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dalam isi maupun
sistematikanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan wawasan
kami. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk
penyempurnaan makalah ini.
Kami berharap semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi kami dan umumnya bagi
pembaca.
Jakarta, 13 Oktober 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa
membutuhkan orang lain. Meskipun hidup berkecukupan, kecerdasan yang cukup
dan kekuatan fisik yang cukup, ia akan selalu membutuhkan lingkungan dimana dia
bisa berbagi, saling memberi support dan bergotong royong. Manusia tidak
hanya membutuhkan agama, ilmu pengetahuan, atau hiburanatau kesenian, tetapi
juga kebersamaan. Semuanya diperlukan. Karena dengan agama hidup lebih terarah,
dengan pengetahuan hidup akan lebih mudah, dengan seni hidup lebih indah dan dengan
kebersamaan hidup akan lebih berfaidah.
Dalam definisi singkat, teamwork merupakan
serangkaian nilai, sikap dan perilaku dalam sebuah tim. Sehingga tidak selalu
terdiri dari sekumpulan orang dengan gaya, sikap, maupun cara kerja yang sama.
Perbedaan antar tim justru merupakan potensi yang akan membuat sebuah tim
menjadi kreatif dan inovatif.Untuk mencapai kerjasama tim yang baik perlu
ditumbuhkan sikap positif di antara anggota tim. Antara lain kebiasaan untuk
saling mendengarkan sehingga tercipta komunikasi yang baik, memberikan dukungan
kepada anggota tim yang membutuhkan, dan apresisasi terhadap kontribusi dan
pencapaian yang diperoleh dari setiap anggota tim.
Sebuah teamwork akan menjadi penentu mulus
tidaknya perjalanan organisasi. Sebab itu sangat diperlukan adanya kerjasama
yang baik dalam melaksanakan tanggung jawab dalam keorganisasian. Makalah
ini akan membahas definisi teamwork, manfaat dan
fungsi teamwork, jenis teamwork, perbedaan tim kerja dan
kelompok kerja, peranan tim kerja, tahap perkembangan teamwork, dan
dimensi dalam tim kerja.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
definisi teamwork ?
2.
Apa saja
jenis teamwork ?
3.
Apa saja
ciri-ciri teamwork yang efektif?
4.
Apa perbedaan
tim kerja dan kelompok kerja ?
5.
Apa saja peranan
tim kerja ?
6.
Bagaimana tahap
perkembangan teamwork ?
7.
Apa saja dimensi
dalam tim kerja ?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui
definisi teamwork.
2.
Mengetahui
jenis teamwork.
3.
Ciri-ciri teamwork yang
efektif.
4.
Mengetahui
perbedaan tim kerja dan kelompok kerja.
5.
Mengetahui
peranan tim kerja.
6.
Mengetahui tahap
perkembangan teamwork.
7.
Mengetahui
dimensi dalam tim kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Teamwork
Teamwork bisa diartikan kerja tim atau
kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan
keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target
yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif
dan efisien. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan
berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama.
Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula
tujuan dari pribadi yang paling populer di tim.
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan
untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang
tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat
dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim,
beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan mendukung satu sama lain
merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan
pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun
dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan
dalam tim jelas akan terganggu, bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari
latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan.
Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim
di atas segalanya.
Keakraban tim yang sukses biasanya
ditandai dengan sikap akrab satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib
sepenanggungan. Para anggota tim saling menyukai dan berusaha keras untuk
mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan
interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar
terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama
anggota team.
Teamwork merupakan sarana yang sangat baik
dalam menggabungkan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif suatu
pendekatan yang mapan, selain itu ketrampilan dan pengetahuan yang
beranekaragam yang dimiliki oleh anggota kelompok juga merupakan nilai tambah
yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika dibandingkan seorang individu
yang brilian sekalipun.
Teamwork dapat didefinisikan
sebagai kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.
Kumpulan individu-individu tersebut memiliki aturan dan mekanisme kerja yang
jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu
sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu proyek,
belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok
tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya
interaksi antar anggota kelompok. Beberapa isu di dalam tim :
1.
Adanya
tugas (task) dan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan. Hal ini seringkali merupakan topik utama yang menjadi perhatian
team.
2.
Proses yang
terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana mekanisme
kerja atau aturan main sebuah team sebagai suatu unit kerja dari perusahaan,
proses interaksi di dalam team, dan lain-lain
Keuntungan pengambilan keputusan dalam tim :
1.
Keputusan yang
dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan motivasi
team dalam pelaksanaanya.
2.
Keputusan
bersama akan lebih mudah dipahami oleh team dibandingkan jika hanya
mengandalkan keputusan dari satu orang saja
B.
Manfaat dan
Fungsi Teamwork
Bekerja dalam bentuk tim memiliki fungsi yaitu
antara lain dapat merubah sikap, perilaku dan nilai-nilai pribadi serta dapat
turut serta dalam mendisiplinkan anggota tim. Selain itu, bekerja dalam tim
dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan , merundingkan dan bernegoisasi.
1.
Manfaat Bekerja
Dalam Tim
a.
Bagi Organisasi
Tim
1)
Meningkatkan
produktivitas kerja.
2)
Meningkatkan
kualitas kerja.
3)
Meningkatkan
mentalitas kerja.
4)
Meningkatkan
kemajuan organisasi.
b.
Bagi Anggota Tim
1)
Tanggung jawab
atas pekerjaan ditanggung bersama.
2)
Sebagai media
aktualisasi diri.
3)
Stres atau beban
kerja berkurang.
2.
Tujuan Bekerja
Dalam Tim
a.
Kesatuan Tujuan
Setiap
anggota tim memiliki kesamaan visi,misi dan program kerja.
b.
Efisiensi
Setiap
anggota tim menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara cepat,cermat dan tepat
tanpa pemborosan dan kecerobohan.
c.
Efektif
Setiap anggota
tim memiliki tujuan yang jelas, memiliki keterampilan yang memadai, memiliki
komitmen, saling percaya, memiliki komunikasi yang baik, memiliki kemampuan
bernegoisasi, dan memiliki kemampuan yang tepat.
C.
Jenis Teamwork
Menurut Daft (2000)
jenis teamwork terdiri dari enam jenis, yaitu:
I.
Tim Formal
Tim formal adalah sebuah tim yang dibentuk oleh
organisasi sebagai bagian dari struktur organisasi formal.
II.
Tim Vertikal
Tim vertikal adalah sebuah tim formal yang terdiri dari seorang manajer dan
beberapa orang bawahannya dalam rantai komando organisasi formal.
III.
Tim Horizontal
Tim horizontal adalah sebuah tim formal yang terdiri
dari beberapa karyawan dari tingkat hirarki yang hampir sama tetapi berasal
dari area keahlian yang berbeda.
IV.
Tim dengan Tugas
Khusus
Tim dengan tugas khusus adalah sebuah tim yang
dibentuk di luar organisasi formal untuk menangani sebuah proyek dengan
kepentingan atau kreativitas khusus.
V.
Tim Mandiri
Tim Mandiri adalah sebuah tim yang terdiri dari lima
hingga dua puluh orang pekerja dengan beragam keterampilan yang menjalani
rotasi pekerjaan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa secara lengkap, dan
pelaksanaannya diawasi oleh seorang annggota terpilih.
VI.
Tim Pemecahan
Masalah
Tim pemecahan masalah biasanya terdiri dari lima
hingga dua belas karyawan yang dibayar perjam dari departemen yang sama, dimana
mereka bertemu untuk mendiskusikan cara memperbaiki kualitas, efisiensi, dan
lingkungan kerja.
D.
Model
Efektifitas Team Work
Efektifitas tim kerja didasarkan pada dua hasil –
hasil produktif dan kepuasan pribadi. Kepuasan berkenaan dengan kemampuan tim
untuk memenuhi kebutuhan pribadi para anggotanya dan kemudian mempertahankan
keanggotaan serta komitmen mereka. Hasil produktif berkenaan dengan kualitas
dan kuantitas hasil kerja seperti yang didefinisikan oleh tujuan – tujuan tim.
Faktor – faktor yang mempengaruhi efektifitas tim yaitu konteks organisasional,
struktur, strategi, lingkungan budaya, dan system penghargaan. Karakter tim
yang penting adalah jenis, struktur, dan komposisi tim. Karakteristik –
karakteristik tim ini mempengaruhi proses internal tim, yang kemudian
mempengaruhi hasil dan kepuasan. Para pemimpin harus memahami dan mengatur
tingkat – tingkat perkembangan, kekompakan, norma – norma, dan konflik supaya
dapat membangun tim yang efektif. Berikut
adalah ciri-ciri tim yang efektif :
Tujuan yang sama
Jika semua anggota tim mendayung ke arah yang sama,
pasti kapal yang didayung akan lebih cepat sampai ke tempat tujuan, dari pada jika
ada anggota tim yang mendayung ke arah yang berbeda, berlawanan, ataupun tidak
mendayung sama sekali karena bingung ke arah mana harus mendayung. Jadi,
pastikan bahwa tim memiliki tujuan dan semua anggota tim Anda tahu benar tujuan
yang hendak dicapai bersama, sehingga mereka yakin ke arah mana harus
mendayung.
Antusiasme yang
tinggi
Pendayung
akan mendayung lebih cepat jika mereka memiliki antusiasme yang tinggi.
Antusiasme tinggi bisa dibangkitkan jika kondisi kerja juga menyenangkan: anggota
tim tidak merasa takut menyatakan pendapat, mereka juga diberi kesempatan untuk
menunjukkan keahlian mereka dengan menjadi diri sendiri, sehingga kontribusi
yang mereka berikan juga bisa optimal.
Peran dan
tanggung jawab yang jelas
Jika
semua ingin menjadi pemimpin, maka tidak akan ada yang mendayung. Sebaliknya,
jika semua ingin menjadi pendayung, maka akan terjadi kekacauan karena tidak
ada yang memberi komando untuk kesamaan waktu dan arah mendayung. Intinya,
setiap anggota tim harus mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing yang
jelas. Tujuannya adalah agar mereka tahu kontribusi apa yang bisa mereka
berikan untuk menunjang tercapainya tujuan bersama yang telah ditentukan
sebelumnya.[1][2]
Komunikasi yang
efektif
Dalam
proses meraih tujuan, harus ada komunikasi yang efektif antar-anggota tim.
Strateginya: Jangan berasumsi. Artinya, jika Anda tidak yakin semua anggota tim
tahu apa yang harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, jangan
berasumsi, tanyakan langsung kepada mereka dan berikan informasi yang mereka
perlukan. Jika Anda tidak yakin bahwa tiap anggota tim tahu bagaimana melakukan
ataupun menyelesaikan suatu tugas, jangan berasumsi mereka tahu, melainkan
informasikan atau tujukanlah kepada mereka cara melakukannya. Komunikasi juga
perlu dilakukan secara periodik untuk tujuan monitoring (misalnya: sudah
seberapa jauh tugas diselesaikan) dan correcting (misalnya: apakah ada
kesalahan yang perlu diperbaiki dalam menyelesaikan tugas yang telah
ditentukan).
Resolusi Konflik
Dalam mencapai tujuan mungkin saja ada konflik yang
harus dihadapi. Tetapi konflik ini tidak harus menjadi sumber kehancuran tim.
Sebaliknya, konflik ini yang dapat dikelola dengan baik bisa dijadikan senjata
ampuh untuk melihat satu masalah dari berbagai aspek yang berbeda sehingga bisa
diperoleh cara baru, inovasi baru, ataupun perubahan yang memang diperlukan
untuk melaju lebih cepat ke arah tujuan. Jika terjadi konflik, jangan didiamkan
ataupun dihindari. Konflik yang tidak ditangani secara langsung akan menjadi
seperti kanker yang menggerogoti semangat tim. Jadi, konflik yang ada perlu
segera dikendalikan.
Shared power
Jika
ada anggota tim yang terlalu dominan, sehingga segala sesuatu dilakukan
sendiri, atau sebaliknya, jika ada anggota tim yang terlalu banyak menganggur,
maka pasti ada ketidakberesan dalam tim yang lambat laun akan membuat tim
menjadi tidak efektif. Jadi, tiap anggota tim perlu diberikan kesempatan untuk
menjadi ”pemimpin”, menunjukkan ”kekuasaannya” di bidang yang menjadi keahlian
dan tanggung jawab mereka masing-masing. Sehingga mereka merasa ikut
bertanggung jawab untuk kesuksesan tercapainya tujuan bersama.
Keahlian
Bayangkan
sebuah paduan suara dengan anggota memiliki satu jenis suara saja: sopran saja,
tenor saja, alto saja, atau bas saja. Tentu suara yang dihasilkan akan monoton.
Bandingkan dengan paduan suara yang memiliki anggota dengan berbagai jenis suara
yang berbeda (sopran, alto, tenor dan bas). Paduan suara yang dihasilkan pasti
akan lebih harmonis.
Demikian
pula dengan tim kerja. Tim yang terdiri dari anggota-anggota dengan berbagai
keahlian yang saling menunjang akan lebih mudah bekerja sama mencapai tujuan.
Berbagai keahlian yang berbeda tersebut dapat saling menunjang sehingga
pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan. Anggota tim dengan
keahlian yang berbeda juga bisa saling memperluas perspektif and memperkaya keahlian
masing-masing Apresiasi. Tiap anggota yang telah berhasil melakukan apa yang
menjadi tanggung jawabnya dengan baik, atau telah memberikan kontribusi positif
bagi keuntungan tim, pantas mendapat apresiasi. Tentu saja apresiasi yang
diberikan dengan tulus akan lebih terasa dampaknya. Apresiasi bisa menambah
semangat anggota tim yang bersangkutan untuk terus berprestasi. Apresiasi tidak
harus diberikan dalam bentuk uang. ”Saya sangat menghargai ketulusan Anda
membantu pelanggan memilih produk kita yang paling tepat untuknya,” merupakan
satu bentuk apresiasi sederhana berupa kata-kata tulus. Banyak bentuk
apresiasi lain yang bisa diberikan, misalnya: promosi, bonus dalam berbagai
bentuk (wisata keluarga yang dengan menggunakan fasilitas transportasi dan vila
perusahaan, beasiswa bagi anak). Sikap dan pikiran positif. Dengan menggunakan
kacamata hitam, dunia yang Anda lihat akan lebih redup. Dengan menggunakan
kacamata kehijauan, dunia pun terlihat bernuansa hijau. Demikian pula dengan
”kacamata” sikap dan pikiran yang positif, dunia di sekitar Anda akan terlihat
positif. Kesulitan pun akan terlihat lebih mudah diatasi, karena kesulitan
bukanlah masalah yang harus dihindari, tetapi tantangan yang harus ditangani.
Sikap dan pikiran yang positif merupakan modal utama sebuah tim.
Evaluasi
Bagaimana
sebuah tim bisa mengetahui sudah sedekat apa mereka dari tujuan, jika mereka
tidak menyediakan waktu sejenak untuk melakukan evaluasi? Evaluasi yang
dilakukan secara periodik selama proses pencapaian tujuan masih berlangsung
bisa membantu mendeteksi lebih dini penyimpangan yang terjadi, sehingga bisa
segera diperbaiki. Evaluasi juga bisa dilakukan tidak sekadar untuk koreksi,
tetapi untuk mencari cara yang lebih baik. Evaluasi bisa dilakukan dalam
berbagai cara: observasi, riset pelanggan, riset karyawan, interview, evaluasi
diri, evaluasi keluhan pelanggan yang masuk, atau sekedar polling pendapat pada
saat meeting.
E.
Perbedaan Tim
Kerja dan Kelompok Kerja
Kelompok dengan tim dalam dunia masyarakat dianggap
sebagai hal yang sama bahkan sulit untuk dibedakan, seseorang dapat dikatidakan
sebagai kelompok apabila antara dua orang atau lebih saling berinteraksi dengan
tidak kolektif serta tidak menghasilkan energi yang positif.
Jadi, sebenarnya kelompok dan tim bukanlah hal
yang sama. Apabila kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih yang
berinteraksi dan tergantung yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu, maka
kelompok kerja adalah kelompok yang berinteraksi terutama untuk berbagi
informasi dan membuat berbagai keputusan untuk membantu setiap
anggota bekerja didalam area tanggung jawabnya.
Kelompok kerja tidak mempunyai kebutuhan atau
kesempatan untuk terlibat dalam kerja kolektif yang membutuhkan usaha yang sama.
Kinerja mereka hanya merupakan gabungan akhir dari kontribusi individual setiap
anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang bisa menciptidakan seluruh
tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah masukan.
Sedangkan tim kerja menghasilkan sinergi positif
melalui usaha yang terkoordinasi. Usaha individual mereka menghasilkan satu
tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Definisi
ini membantu menjelaskan mengapa ada begitu banyak organisasi yang akhir-akhir
ini menyusun ulang proses kerja seputar tim. Manejemen mencari sinergi positif
yang memungkinkan organisasi mereka untuk meningkatkan kinerja. Penggunaan tim
secara ekstensif (luas) menghasilkan potensi bagi sebuah organisasi untuk
membuahkan banyak hasil yang lebih besar tanpa peningkatan masukan. Namun,
perhatikan apa yang kita sebut ‘potensi’. Tidak ada yang dengan
sendirinya membuat berbagi tim yang memastikan pencapaian sinergi positif..
Hanya semata-mata menyebut sebuah kelompok sebagai tim tidak otomatis meningkatkan
kinerjanya. Tim yang efektif memiliki berbagai karakteristik umum.
Apabila ingin mendapatkan peningkatkan kinerja organisasi dengan menggunakan
tim, menejemen harus memastikan bahwa tim-timnya memiliki
karakteristik-karakteristik.
Sementara itu, penulis lain seperti Laurie J.
Mullins membedakan kelompok dan tim berdasarkanenam variabel
yaitu : Ukuran, Seleksi, Kepemimpinan, Persepsi, Gaya, dan Semangat. Penjelasan
perbedaan secara lengkap terdapat dalam tabel berikut :
Tabel
1. Variabel Perbedaan Kelompok dengan Tim
Variabel
|
Tim
|
Kelompok
|
Ukuran
|
Terbatas
|
Medium dan besar
|
Seleksi
|
Krusial
|
Imaterial
|
Kepemimpinan
|
Berbagi atau dirotasi
|
Solo
|
Persepsi
|
Pemahaman pengetahuan saling
melengkapi
|
Fokus pada pemimpin
|
Gaya
|
Peran koordinasi yang tersebar
|
Konvergensi,konformisme
|
Semangat
|
Interaksi dinamis
|
Kebersamaan mengalahkan musuh
|
F.
Peranan Tim
Kerja
Peranan tim secara umum yaitu menggunakan
kemampuan dan keahlian unik mereka yang bebas dari berbagai pembelajaran
akademis (misalnya kemampuan mengkoordinasi, kreatifitas, komunikatif).Sembilan
peran tim yang harus dipenuhi yaitu:
Ø Pencipta-pembaharu (creator-inovator)
Orang
yang mempunyai imajinatif tinggi baik dalam memprakarsai gagasan atau konsep,
dengan ciri tidak tergantung, suka bekerja sendiri, cara dan gaya kerja
tersendiri, pengaturan waktu menurut selera mereka sendiri.
Ø Penjelajah-promotor (Explorer-promoter)
Orang
dalam kelompok ini senang mengambil gagasan baru dan memperjuangkan kasus,
menemukan sumberdaya untuk mempromosikan gagasannya. Kelemahan orang
dalam kelompok ini: tidak selalu sabar dalam mengendalikan ketrampilan
untuk memastikan gagasan ditindaklanjuti secara rinci.
Ø Penilai-pengembang (assessor-developer)
Individu
dalam kelompok ini mempunyai ketrampilan analisis yang kuat, paling baik jika
mereka diberi kesempatan untuk mengevaluasi dan menganalisis sebelum diambil
suatu keputusan.
Ø Pendorong-pengorganisasi (Thruster-organizer)
Individu
dalam kelompok ini suka menyusun prosedur operasi untuk mengubah gagasan
menjadi kenyataan dan menyelesaikan urusan, mereka menentukan tujuan, menegakan
rencana, mengorganisasi orang, dan menegakan sistem untuk menjamin dipatuhinya
batas waktu (deadlines).
Ø Penyimpul-penghasil (Concluder-producer)
Individu
dalam kelompok ini peduli akan hasil, peran mereka memfokuskan
pada diataatinya batas waktu dan memastikan bahwa semua komitmen
ditindak lanjuti. Mereka bangga akan hasil keluaran secara teratur dan
sesuai standar.
Ø Pengawas-pemeriksa (controller-Inspector)
Individu
dalam kelompok ini sangat mempedulikan penegakan dan mempedulikan penegakan dan
memperkuat aturan dan prosedur. Mereka menguji rincian dan memastikan agar
menghindari ketidaktepatan, mereka mengecek semua fakta dan angka, mereka
menginginkan semua hal lengkap dan sempurna.
Ø Pemerkuat-penasehat (upholder-maintainer)
Pemerkuat-pemelihara
penting, karena memberi kemamntapan Tim. mereka akan membela dan bertempur demi
tim melawan orang luar.
Ø Pelapor-penasehat (reporter-adviser)
Individu
dalam kelompok ini mendengarkan dengan baik, dan cenderung tdak menekankan
titik pandangnya kepada orang lain. Mereka cenderung mendapatkan informasi
sebelum mengambil keputusan.
Ø Penaut (linker)
Peran
ini tumpang tindih dengan yang lain, peran ini dapat dimainkan oleh peran-peran
sebelumnya. Penaut mencoba memahami semua pandangan, mereka sebagai koordinator
dan integrator, mereka tidak menyukai ekstriman, mereka mencoba membina kerja
sama di antara semua anggota tim, mereka memadukan sumbangan anggota tim dan
aktivitas meskipun mungkin ada perbedaan.
G.
Tahap
Perkembangan Teamwork
Ada empat tahap perkembangan tim, yaitu
:
1)
Undevelopment
Tahap undevelopment ini
adalah tahap yang paling sering dijumpai pada suatu organisasi. Salah satu ciri
dari tahap ini adalah :
ü Terlihat sekelompok orang mengerjakan suatu tugas
tetetapi mereka tidak bersepakat tentang bagaimana seharusnya mereka bekerja. Contohnya
antara lain dalam rapat atau pertemuan lebih sering terjadi antrian
lontaran gagasan dan bukan diskusi. Gagasan yang sebenarnya bersifat
membangun, tidak mereka utarakan. Mereka tidakut jika ‘gagasan itu’ akan
mengganggu keseimbangan organisasi.
ü Tidak melibatkan perasaan individu karena dianggap
tidak pada tempatnya untuk membicarakan perasaan orang lain secara terbuka.
Contohnya yaitu setiap orang sibuk dengan tugasnya masing-masing dan atasan
yang membuat hampir semua keputusan. Sehingga roda organisasi menggelinding
sesuai aturan dan prosedur dari atasannya. Perlu diketahui disini bahwa banyak
tim yang tidak efektif menunjukkan ciri-ciri di atas, dan biasanya terjadi jika
atasan memiliki kearifan, energi dan waktu untuk membuat semua keputusan. Ini
bukan kerjasama kelompok yang benar, karena dengan cara ini kekuatan yang ada
didalam tim tidak dimanfaatkan sehingga lebih terpusat pada pemimpinnya.
2)
Experimenting
Tahap ini dimulai ketika tim secara
bersungguh-sungguh mulai meninjau ulang metode operasional yang berlaku selama
ini. Pada tahap Experimenting, tim berkemauan untuk melakukan eksperimen
dan uji coba. Mereka berani menghadapi berbagai kemungkinan dengan memasuki
daerah yang belum dikenal.
Pada tahap perkembangan ini, bahwa berbagai masalah
dihadapi dan dibahas secara lebih terbuka serta mempertimbangkan berbagai
kemungkinan yang lebih luas sebelum membuat suatu keputusan. Contohnya yaitu,
suatu permasalahan pribadi dibicarakan secara terbuka, perasaan individu
dipertimbangkan dan diselesaikan sampai tuntas.
Pada tahap ini walaupun tim telah menjadi lebih
terbuka dan mempunyai potensi untuk menjadi lebih efektif, masih kurang untuk
disebut sebagai tim yang efektif yang menghasilkan keuntungan.
3)
Consolidating
Setelah berhasil menyelesaikan masalah antar pribadi
di tahap 2, tim mulai memiliki kepercayaan diri, keterbukaan dan dipercaya
untuk mencoba cara kerjanya. Biasanya tim akan memilih cara kerja yang lebih
sistematik atau bermetode. Aturan dan cara kerja yang kaku diubah dengan aturan
baru yang disepakati bersama, dimana setiap anggota memiliki peran agar tujuan
dapat dicapai. Walau hubungan antar pribadi telah mejadi lebih erat, mereka
sadar akan pentingnya aturan-aturan dasar dan cara kerja yang akan dipakai oleh
tim.
Bukti nyata dari tahap ini adalah cara untuk
mencapai suatu keputusan, yaitu adanya kejelasan tujuan dari aktivitas atau
tugas, adanya penetapan sasaran, pengumpulan informasi yang dibutuhkan, adanya
kemauan memikirkan kemungkinan yang ada pada tim, adanya perencanaan rinci mengenai
apa yang harus dilakukan, kemauan meninjau kembali hasil kerja dan
menggunakannya sebagai dasar untuk memperbaiki cara kerja di masa yang akan
datang. Hubungan antar pribadi yang lebih baik pada tahap 2 ini tetap
dipertahankan, tetetapi mereka membangun aturan dasar dan cara kerja yang akan
dipakai oleh tim.
4)
Mature
Setelah mengetahui penjelasan dari tahap 3, maka
tersusunlah dasar bagi terbentuknya suatu tim yang matang. Keterbukaan,
kepedulian dan peningkatan hubungan pribadi pada tahap 2 serta pendekatan yang
sistematik dari tahap 3 merupakan modal dasar bagi terbentuknya tim yang
benar-benar matang.
Fleksibilitas menjadi hal yang utama, karena setiap
kebutuhan memiliki prosedur kerja yang berbeda. Seseorang tidak lagi khawatir
untuk mempertahankan posisi mereka. Tim mengenali tipe kepemimpinan yang
dibutuhkan saling percaya, jujur, terbuka dan pemimpin mengenali kebutuhan
untuk melibatkan anggotanya.
Saling percaya, keterbukaan, kejujuran, kerja sama
dan konfrontasi maupun review berkala terhadap hasil kerja, menjadi gaya hidup
tim. Tim akan selalu bersedia untuk membantu tim lain yang mengalami kesulitan
maupun yang belum sampai ke tahap mereka. Tetetapi lebih dari itu, tim ini
adalah tempat yang menyenangkan dan membawa hasil.
H.
Dimensi Dalam
Tim Kerja
Michael West
memaparkan, ada dua dimensi dari fungsi tim, yaitu tugas yang harus diemban
oleh tim dan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi bagaimana para anggotanya
merasakan tim sebagai sebuah unit sosial. Tugas yang harus diemban tim yaitu
menjalankan seluruh program pelayanan yang sesuai dengan aturan organisasi yang
baik, di mana dalam setiap tugas kerja selalu ada tujuan, strategi,
pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Semua akan efektif jika dikerjakan dalam
sebuah tim kerja. Tetetapi tim kerja merupakan satu unit sosial yang
mempengaruhi kerja tim. Dengan perkataan lain, di dalam tim terdapat interaksi
sosial yang unik dan kompak.
Tim terdiri atas kumpulan
individu yang memiliki perbedaan emosi, sosial, dan berbagai kebutuhan manusia,
yang membuat tim secara keseluruhan dapat membantu atau bahkan membuat
frustrasi. Hal ini disebabkan tim bukan saja berkumpul dan menjalankan tugas
organisasi, tetetapi ada yang penting dan perlu mendapatkan perhatian, yakni
relasi sosial dalam kebersamaan mereka sebagai sebuah tim kerja. Relasi
antarpribadi yang akrab dan terbuka untuk bekerja dengan satu hati, satu
pikiran dan satu kehendak, akan menolong tim kerja berjalan dengan efektif.
Empat dimensi tim yang efektif :
a)
Dimensi Personal
ü Tim yg efektif memiliki komitmen yg dalam satu
dengan yang lain.
ü Segenap tim saling menularkan anthusiasme.
ü Setiap orang rindu memberi kontribusi demi mencapai
tujuan bersama.
b)
Dimensi Relational
ü Tim yang efektif berkomunikasi secara terbuka dan
jujur.
ü Mereka berkolaborasi dengan kesediaan untuk saling
melengkapi demi mencapai tujuan bersama.
ü Mereka memanage konfliks secara bijak.
c)
Dimensi
Strategis
ü Tim yang efektif fokus kepada visi yg menjadi
pendorong untuk terus maju bersama.
ü Mereka menyepakati dan mengikuti sasaran yang jelas.
d)
Dimensi Proses
ü Tim yang efektif sangat terbuka terhadap perubahan.
ü Mereka memiliki kesadaran yang kuat akan keterkaitan
segenap anggota tim.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Fungsi dari tim yaitu
dapat merubah sikap, perilaku, dan nilai pribadi serta dapat turut serta dalam
mendisiplinkan anggota tim. Sedangkan manfaat bekerja dalam tim yaitu untuk
pengambilan keputusan, merundingkan, dan bernegosiasi. Tujuan bekerja dalam tim
agar anggota memiliki visi dan misi yang sama dalam menyelesaikan tugas atau
pekerjaan secara efesiensi dan efektif. Perbedaan antara kelompok
dan tim kerja yaitu kelompok tidak menghasilkan sinergy positif yang bisa
menciptidakan seluruh tingkat kinerja yang lebih tinggi dari jumlah masukan
sedangkan tim kerja menghasilkan sinergy positif melalui usaha yang
terkoordinasi dalam menghasil satu tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada
jumlah masukan individual.
Tim yang efektif
memiliki berbagai karaketiristik umum. Apabila peningkatan kinerja organisasi
dengan menggunakan tim, manajemen harus memastikan bahwa tim-timnya memiliki
karakteristik-karakteristik. Dalam Tim kerja harus mempunyai Sembilan peranan
yaitu
i.
Pencipta-pembaharu
ii.
Penjelajah-Promotor
iii.
Penilai-Pengembang
iv.
Pendorong-Pengorganisasi
v.
Penyimpul-penghasil
vi.
Pengawas-Pemeriksa
vii.
Pemerkuat-Penasehat
viii.
Pelapor-Penasehat
ix.
Penaut
Michael West
memaparkan, ada dua dimensi dari fungsi tim, yaitu tugas yang harus diemban
oleh tim dan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi bagaimana para anggotanya
merasakan tim sebagai sebuah unit sosial.
B.
Saran
ü Meskipun teamwork menjadi
penentu mulus tidaknya perjalanan organisasi, namun masih diperlukan
adanya kerjasama yang baik dalam melaksanakan tanggung jawab dalam keorganisasian.
ü Teamwork tidak selalu
terdiri dari sekumpulan orang dengan gaya, sikap, maupun cara kerja yang sama.
Perbedaan antar tim justru merupakan potensi yang akan membuat sebuah tim
menjadi kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, perbedaan cara kerja dalam
tiap anggota tim harus ditanggapi dengan positif.
DAFTAR PUSTAKA
Robbins, Stephen P (2008), Organizational
Behavior, Concept, and Application, 12th Edition, Prentice Hall, USA.
http://sashaannisa18.blogspot.co.id/2015/03/makalah-team-work.html

No comments:
Post a Comment