Follow Me @husnulchotimah

Tuesday, October 9, 2018

Standar dan Panduan untuk Audit Sistem Informasi

October 09, 2018 0 Comments
        1. ISACA


     ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi. ISACA telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lainauditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yangberada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia.

           ISACA mulai pada tahun 1967, ketika sekelompok kecil orang dengan kontrol pekerjaan-audit serupa di sistem komputer yang menjadi semakin penting untuk operasi mereka organisasi-duduk untuk membahas perlunya sumber informasi terpusat dan bimbingan dalam bidang. Pada tahun 1969, kelompok formal, menggabungkan sebagai Asosiasi EDP Auditor. Pada tahun 1976 asosiasi membentuk yayasan pendidikan untuk melakukan upaya penelitian besar-besaran untuk memperluas pengetahuan dan nilai tata kelola TI dan bidang kontrol. Sebelumnya dikenal sebagai Audit Sistem Informasi dan Control Association, ISACA sekarang berjalan dengan singkatan saja, untuk mencerminkan berbagai profesional TI pemerintahan yang dilayaninya. 

          Kekuatan ISACA adalah jaringan bab-nya. ISACA memiliki lebih dari 200 bab yang didirikan di lebih dari 80 negara di seluruh dunia, dan pasal-pasal menyediakan pendidikan anggota, berbagi sumber daya, advokasi, jaringan profesional dan sejumlah manfaat lainnya pada tingkat lokal.Sejak awal, ISACA telah menjadi organisasi global kecepatan-pengaturan untuk informasi pemerintahan, kontrol, keamanan dan audit yang profesional. IS audit dan IS standar kontrol diikuti oleh praktisi di seluruh dunia. Penelitiannya titik-titik isu profesional menantang konstituennya.

        Certified Information Systems Auditor (CISA) sertifikasi yang diakui secara global dan telah diterima oleh lebih dari 109.000 profesional sejak awal. Certified Information Security Manager (CISM) sertifikasi unik menargetkan penonton manajemen keamanan informasi dan telah diterima oleh lebih dari 25.000 profesional. Certified di Pemerintahan Enterprise IT (CGEIT) penunjukan mempromosikan kemajuan profesional yang ingin diakui untuk pengalaman pemerintahan yang berkaitan dengan IT dan pengetahuan dan telah diterima oleh lebih dari 6.000 profesional. Certified di Risiko dan Sistem Informasi Control (CRISC) ​​sebutan untuk mereka yang mengidentifikasi dan mengelola risiko melalui pengembangan, implementasi dan pemeliharaan kontrol sistem informasi telah diterima oleh lebih dari 17.000 profesional. ISACA menerbitkan jurnal teknis terkemuka di bidang kontrol informasi, ISACA Journal. Ini host serangkaian konferensi internasional yang memfokuskan pada kedua topik teknis dan manajerial yang berkaitan dengan jaminan IS, kontrol, keamanan dan TI profesi pemerintahan. Bersama-sama, ISACA dan Institute Governance berafiliasi TI memimpin komunitas pengendalian teknologi informasi dan melayani para praktisi dengan memberikan unsur yang dibutuhkan oleh para profesional TI di lingkungan di seluruh dunia yang selalu berubah.

          Gelar CISA ini dikeluarkan oleh ISACA (Information Systems Audit and Control Association). Selain CISA, ISACA juga mengeluarkan sertifikasi atu gelar CISM (Certified Information Systems Manager) dan CGEIT (Certified in the Governance of Enterprise IT).
Gelar CISA ini terkait erat dengan profesi Information Technology (IT) auditor. Namun banyak juga CISA-holder yang non-IT auditor, seperti misalnya IT/Information Systems (IS) security consultant, IT/IS consultant, compliance/risk management, dan lain-lain. 


        2. IIA COSO

    COSO kepanjangannya Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission.

      Sejarahnya, COSO ini ada kaitannya sama FCPA yang dikeluarkan sama SEC dan US Congress di tahun 1977 untuk melawan fraud dan korupsi yang marak di Amerika tahun 70-an. Bedanya, kalo FCPA adalah inisiatif dari eksekutif-legislatif, nah kalo COSO ini lebih merupakan inisiatif dari sektor swasta.

        Sektor swasta ini membentuk ‘National Commission on Fraudulent Financial Reporting’ atau dikenal juga dengan ‘The Treadway Commission’ di tahun 1985. Komisi ini disponsori oleh 5 professional association yaitu: AICPAAAAFEIIIAIMA. Tujuan komisi ini adalah melakukan riset mengenai fraud dalam pelaporan keuangan (fraudulent on financial reporting) dan membuat rekomendasi2 yang terkait dengannya untuk perusahaan publik, auditor independen, SEC, dan institusi pendidikan.


        Walaupun disponsori sama 5 professional association, tapi pada dasarnya komisi ini bersifat independen dan orang2 yang duduk di dalamnya berasal dari beragam kalangan: industri, akuntan publik, Bursa Efek, dan investor. Nama ‘Treadway’ sendiri berasal dari nama ketua pertamanya yaitu James C. Treadway, Jr. Komisi ini mengeluarkan report pertamanya pada 1987. Isi reportnya di antaranya adalah merekomendasikan dibuatnya report komprehensif tentang pengendalian internal (integrated guidance on internal control). Makanya terus dibentuk COSO, yang kemudian bekerjasama dengan Coopers & Lybrand (Ehm, kira2 bisa dibilang mbahnya PwC gitu) untuk membuat report itu.

        Coopers & Lybrand mengeluarkan report itu pada 1992, dengan perubahan minor pada 1994, dengan judul ‘Internal Control – Integrated Framework’. Report ini berisi definisi umum internal control dan membuat framework untuk melakukan penilaian (assessment) dan perbaikan (improvement) atas internal control. Gunanya report ini salah satunya adalah untuk mengevaluasi FCPA compliance di suatu perusahaan.

Poin penting dalam report COSO ‘Internal Control – Integrated Framework’ (1992):
Definisi internal control menurut COSO

Suatu proses yang dijalankan oleh dewan direksi, manajemen, dan staff, untuk membuat reasonable assurance mengenai:
  • Efektifitas dan efisiensi operasional
  • Reliabilitas pelaporan keuangan
  • Kepatuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku

Menurut COSO framework, Internal control terdiri dari 5 komponen yang saling terkait, yaitu:
  • Control Environment
  • Risk Assessment
  • Control Activities
  • Information and communication
  • Monitoring
















Di tahun 2004, COSO mengeluarkan report ‘Enterprise Risk Management – Integrated Framework’, sebagai pengembangan COSO framework di atas. Dijelaskan ada 8 komponen dalam Enterprise Risk Management, yaitu:
  • Internal Environment
  • Objective Setting
  • Event Identification
  • Risk Assessment
  • Risk Response
  • Control Activities
  • Information and Communication
  • Monitoring


       















        3. ISO 1799


       ISO / IEC 17799: 2005 menetapkan pedoman dan prinsip umum untuk memulai, menerapkan, memelihara, dan memperbaiki manajemen keamanan informasi dalam sebuah organisasi. Tujuan yang diuraikan memberikan panduan umum mengenai tujuan umum manajemen keamanan informasi yang diterima secara umum. 

     ISO / IEC 17799: 2005 berisi praktik terbaik pengendalian dan pengendalian pengendalian di bidang pengelolaan keamanan informasi berikut:
  • pengorganisasian keamanan informasi;
  • manajemen aset;
  • keamanan sumber daya manusia;
  • keamanan fisik dan lingkungan;
  • komunikasi dan manajemen operasi;
  • kontrol akses;
  • akuisisi sistem informasi, pengembangan dan pemeliharaan;
  • manajemen insiden keamanan informasi;
  • manajemen kontinuitas bisnis;
  • pemenuhan.

Referensi :






Saturday, June 30, 2018

Makalah Pembuatan Website Provinsi Lampung

June 30, 2018 0 Comments

TUGAS SOFTSKILL

WEBSITE PROVINSI LAMPUNG




DISUSUN OLEH:

AIDA UMAMAH                               10115382

ANASTASIA CAROLINA RUMAHORBO              10115653
BELIA ADINDA PUTRI                        11115316
HUSNUL CHOTIMAH                           13115180
IRMA NOVITA SARI                          13115446


Kelas     : 3KA16
Kelompok  : 4 (empat)



UNIVERSITAS GUNADARMA
2017/2018



1.     PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Latar belakang akan kebutuhan informasi bisa berbagai macam, mulai dari sekedar hiburan, pendidikan, hingga kepentingan bisnis. Internet merupakan sumber informasi yang penting dan krusial bagi masyarakat diseluruh dunia, berbagai fungsi komunikasi dan penyebaran informasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien melalui internet.
Suatu bentuk informasi yang mudah untuk disajikan di internet yaitu dalam bentuk Halaman Web atau Web Site, yang merupakan gabungan dari teks, gambar dan animasi dari keduanya. Dengan demikian, penyajian suatu informasi dapat lebih menarik dan mudah diserap.
Sejalan dengan itu kebutuhan informasi mengenai profile, budaya dan event dalam suatu provinsi khususnya provinsi lampung yang berada di ujung paling selatan pulau Sumatera. Oleh karena itu, perlu dibentuk sebuah media informasi yang dibuat dengan sistem computer yang berbasiskan website.
Dengan adanya media informasi yang berbasiskan web(online) ini diharapkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai profile, budaya dan event yang ada di provinsi Lampung. Maka dari itu perlu dibuat penulisan tentang media informasi online dengan judul “Pembuatan Website Sederhana dengan Tema Provinsi Bandar Lampung”.

1.2  Batasan Masalah
Karena cakupan kebudayaan yang begitu luas dan meliputi berbagai aspek kehidupan, maka kami hanya membataskan bahasan ini, hanya dari segi Sistem budaya dan yang lainnya.

1.3  Tujuan Penelitian
Merancang sebuah website yang dapat memberikan sebuah informasi tentang sebuah kebudayaan, asal usul, event yang ada di provinsi lampung.

1.4  Metode Penelitian
Tahap yang digunakan dalam membuat penulisan ilmiah ini adalah :
1.      Perencanaan Website
Dalam tahap ini dilakukan perencanaan pembuatan website dengan terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana alur dalam menjalankan website ini.
2.      Perancangan Website
Tahap ini sangat dibutuhkan karena dalam menu utama pembuatan website ini menggunakan koding html sebagai bahasa pemrograman.
3.      Pembuatan Website
Tahap ini adalah penerapan koding untuk pembuatan website. Website ini diimplementasikan dalam bahasa pemrograman html, serta Notepad++ sebagai perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan website.
1.5  Sistematika Penulisan
Dalam penulisan ini dibuat sistematika pembahasan yaitu dalam pembagian bab agar dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. Adapun penulisan ini dibagi menjadi 4 (empat) bab pembahasan yang terdiri dari :
1.      PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas mengenai latar belakang, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penulisan dan sistematika penulisan.
2.      PERANCANGAN DAN PEMBUATAN
Dalam bab 2 ini menjelaskan langkah-langkah pembuatan website dengan menggunakan bahasa pemrograman html.
3.      PENUTUP
Bab 3, berisi tentang kesimpulan dan saran yang didapatkan dari bab sebelumnya agar dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penyempurnaan dari penulisan ini.


2.     PERANCANGAN DAN PEMBUATAN


11  Struktur Navigasi




12  Rancangan Tampilan
   Langkah-langkah pembuatan website adalah sebagai berikut :
   Buka terlebih dahulu XAMPP

Start Apache dan MySQL pada XAMPP

   Buka text editor Notepad ++ untuk sebagai media pembuatan kodingan   html
Source code Index



Source code Budaya 



Source code Event 


Source code Profile 



4    Berikut adalah hasil dari kodingan yang telah dibuat :
- Index

- Budaya

- Event

- Profile







3.     PENUTUP

     Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan keragaman budaya yang dimiliki oleh Provinsi Lampung sangat lah banyak. Seperti rumah adat yang berbentuk panggung dan terdiri dari bagian bagian ruangan tertentu yang mempunyai sebutan dan fungsi tersendiri, kemudian tari khas daerah yang memiliki arti. Event di Provinsi Lampung yang beragam juga membuat keragaman akan budaya Lampung semakin lengkap. Sehingga banyak sekali yang harus kita ketahui lebih jauh lagi mengenai budaya-budaya yang ada di Indonesia ini terutama Lampung yang sebenarnya memiliki budaya yang sangat kental dan beragam. Dan pembuatan website sederhana menjadi pelengkap untuk para pembaca, wisatawan local maupun asing yang ingin mengetahui tentang kebudayaan dan event yang Provinsi Lampung miliki.



Struktur Navigasi Website Provinsi Lampung

June 30, 2018 0 Comments

  Penulisan struktur navigasi dibawah ini guna melengkapi tugas Softskill Peng. Animasi & Desain grafis KELOMPOK 4 Kelas 3KA16.


1Struktur Navigasi

 
Menurut Sutopo (2007:245) 
“Struktur Navigasi adalah struktur bagaimana halaman webdihubungkan dengan halaman lain”. 

Menentukan struktur navigasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat website. Ada empat macam bentuk dasar struktur navigasi yaitu:
  1. Linear navigation model
  2. Hierarchical model
  3. Spoke-and-hub model
  4. Full web model
Pada pembuatan website yang kami buat menggunakan Hierarchical Model, berikut adalah pengertian dari Herarchical Model :
- Diadaptasi dari top-down design. Konsep navigasi ini dimulai dari satu node yang menjadi homepage. Dari homepage dapat dibuat beberapa cabang ke halaman-halaman utama. Apabila diperlukan,dari tiap halaman utama dapat dikembangkan menjadi beberapa cabang lagi. Hal ini seperti struktur organisasi dalam perusahaan.

Dan berikut ini struktur navigasi dari website Provinsi Lampung :